Berita

Berita

Informasi dan cerita dalam perjalanan telik

Skoteng dan Teh Talua sebagai awal Telik

Sekoteng, minuman tradisional yang memiliki khasiat dan kehangatan yang khas, sehingga saya memberi label khusus untuk menonjolkan keistimewaannya. Harapannya sederhana: sekoteng dikenal lebih luas dan mendapatkan tempat setara dengan minuman lain di pasaran. Namun realitasnya berbeda; di lapak penjualan justru didominasi oleh minuman kekinian yang digemari remaja kampus, sementara minuman tradisional lain seperti teh talua yang pernah memenangkan lomba provinsi 2024 malah lebih menarik perhatian pelanggan.

Pasar di kawasan kampus memang unik dan menantang: dominasi peka terhadap tren membuat produk yang “viral” atau berlabel modern lebih cepat laku. Sekoteng, dengan segala manfaatnya, kalah saing terhadap visual, kemasan, dan selera generasi muda yang mencari pengalaman baru. Sedangkan keberhasilan teh talua di ajang provinsi menunjukkan bahwa prestise bisa membantu, tapi tidak selalu cukup mengubah preferensi konsumen lokal yang dipengaruhi gaya hidup dan musim akademik.

Keripik Telik

Untuk menjaga keberlangsungan usaha di tengah fluktuasi musim kampus, saya menghadirkan kripik Telik sebagai produk alternatif dalam kemasan sebagai solusi yang tepat untuk menambal periode yang tidak efektif untuk beroperasional. Kripik ini punya keunggulan nyata: tidak berminyak, aman dikonsumsi, serta rasa gurih yang memikat. Sebagai barang kemasan, kripik lebih mudah dipasarkan sepanjang tahun dan bisa menjadi jembatan bagi konsumen untuk mengenal merek Telik lebih luas.

Kombinasi strategi mempertahankan sekoteng dengan label khas untuk membangun identitas budaya, sementara kripik Telik diposisikan sebagai produk andalan sepanjang tahun memberi harapan praktis. Dengan pengemasan yang menarik, promosi yang menyesuaikan selera semua kalangan, serta memanfaatkan prestise teh talua sebagai bukti kualitas sebagai peluang untuk menyeimbangkan tradisi dan tren menjadi realistis dan berkelanjutan.